Senin, 21 April 2008

TAK SAMPAI



dalam sepi malam kumenjerit
ketika seraut wajah terbayang
tersenyum diantara bintang
selalu saja..
menjelma menyerupai panah
menukik menusuk tepat pada jantung
aku terjatuh,
terkapar..
mengerang..
dan menangis..
hampir disetiap malam..

dia terlalu tinggi
dia terlalu indah
dia terlalu hebat
dia terlalu agung
dia terlalu sempurna
akupun tak pernah tahu..
mengapa aku bisa terjatuh..
hanya karena senyumannya..

aku kembali menangis..
entah sampai kapan..
yg pasti,kuyakini..
air mata ini masih mengalir
sampai pagi..
esok nanti..
untuknya..

karena besar rasa ini
ingin memiliki..


(terinspirasi oleh seorang kawan)

Tidak ada komentar: